Rabu, 29 Desember 2010

DO NOT ACCEPT IF SEAL IS BROKEN

Sahabat, seringkali kita salah persepsi ketika menilai fenomena yang sedang terjadi akibat dari membebek dengan pendapat media massa dan pendapat sebagian besar tokoh yang sedang gencar-gencarnya memfonis kalangan tertentu yang dianggap melanggar norma kemasyarakatan dan nasionalisme.

Contoh Penangkapan orang-orang yang diduga ’Pelaku Teror’ yang kebetulan para istrinya berjilbab besar dan bercadar, maka serta merta kita ikut-ikutan memfonis minimal mencurigai setiap ada wanita berjilbab besar dan bercadar, ” awas ya, waspada ! ” itulah kata hati kecil kita.

Padahal tahukah kita apa alasan para wanita itu berjilbab besar dan bercadar ? inilah kisah yang mudah-mudah dapat mengubah persepsi atas sebagaian beser fonis yang tersebar di kebanyakan orang.

Seorang Yahudi bertamu ke rumah salah seorang Ulama. Ketika sang Yahudi dan Ulama ini duduk di ruang tamu tiba-tiba melintas wanita berpakaian serba tertutup.
Si yahudi pun kemudian bertanya kepada Ulama, “Ya Syaikh siapakah orang yang lewat tadi.”
“Dia Istriku.” Jawab Syaikh.
“Kenapa agama anda sangat berlebihan dalam mengatur pakaian wanita?”
Syaikh terdiam dan tidak menjawab, kemudian berkata, “ Kalau tidak keberatan, Maukah anda kuajak berjalan-jalan di pasar.”
“ oh, Dengan senang hati.”

Syaikh dan orang yahudi itupun pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumah Syaikh. Tiba di pasar sang Syaikh langsung mengajak orang yahudi ke dekat penjual kue kaki lima.
“Ini ada bermacam-macam kue, semuanya hampir sama enak rasanya, namun ada yang tertutup dengan bungkusan ada yang terbuka, kira-kira kalau anda saya suruh memilih kue yang mana akan anda pilih, yang tertutup atau terbuka?”

Tanpa banyak pikir Yahudi tersebut menjawab, “Tentu saya pilih yang tertutup, karena lebih bersih, serta terjaga dari sentuhan tangan dan lalat yang bisa membawa kotoran dan penyakit.”

Mendengar jawaban orang yahudi, Ulama tersebut langsung menyambung. “Begitulah agama kami menjaga wanita kami, mereka hanya milik kami, tidak boleh sembarang dilihat orang apalagi disentuh ?”

Konon mendengar jawaban Sang Ulama orang yahudi akhirnya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Alhamdulillah.

Do not Accept if Seal Is Broken ( Jangan terima jika segel penutupnya rusak ) . Jangan dikira ini hanya berlaku untuk botol air mineral dan sejenisnya. Ini berlaku juga bagi manusia lho. Orang mana sih yang mau dapat sisa? Sebejat-bejat apapun seseorang pasti yang dia dambakan adalah yang baik-baik. Sebelang-belangnya hidung lelaki dan berapapun banyaknya wanita ia nodai, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia pasti menginginkan wanita pendamping hidup yang berhidung mulus alias ndak belang, bermata jeli tapi tak jelalatan dan suci alias........Seal Is Not Broken.


Read More..

Sains Perlezat Pangan

Siap-siap makin susah kenyang. Para ilmuwan telah membuka kunci kode genetik beberapa makanan favorit. Terobosan ini nantinya bisa membuat makanan lebih bercita rasa atau lezat.

Jadi, ilmu pengetahuan sudah selangkah maju menuju generasi baru " super strawberi" dengan rasa krim dan kaya coklat. Ilmuwan sudah menemukan bahan kimia yang menentukan selera, aroma dan nilai gizi buah itu.

Para peneliti memecah kode genetik lengkap strawberi liar untuk menciptakan buah yang lebih bercita rasa dan tahan penyakit atau musim panas basah di Inggris.

Penelitian lanjutan mengurai kode DNA dari pohon kakao yang berperan menghasilkan coklat dengan kualitas terbaik di dunia.

Para ilmuwan menemukan bahwa strawberi liar memiliki 35 ribu gen, satu setengah kali dari jumlah yang ditemukan pada manusia.

Sebuah tim dari 38 organisasi yang melibatkan sepuluh negara merangkai genom penuh dari buah tersebut dan mengidentifikasi gen yang mungkin menentukan selera, aroma, nilai gizi dan tanggap terhadap penyakit.

Strawberi liar sangat dekat dengan apel, peach, pir rasberi dan bunga mawar - sebuah kelompok yang di sebut keluarga rosaceae.

Dr Dan Sargent, dari East Mailing Research, di Kent, Inggris mengatakan "strawberi liar itu merupakan sebuah genom penting untuk dirangkaikan karena hal itu sangat berhubungan erat dengan berbagai hal yang kita makan.

"Karena para petani telah mengawin-silangkan dan meng-hibrida tanaman pangan selama berabad-abad guna memperbaiki rasa dan nilai gizi mereka cenderung memiliki genom besar yang rumit, tetapi strawberi liar relatif kecil sehingga kami dapat mendapatkan akses ke semua gen berguna ini."

Penelitian kedua menemukan bahwa Pohon Criolio, yang menghasilkan produk coklat terbaik dunia memiliki sekitar 29 ribu gen.

Suatu tim dari 18 institusi mengidentifikasi mereka bahwa pengaruh dari produksi antioksidan, pigmen, aroma dan rasa serta berbagai hal lainnya diduga terlibat dalam ketahanan atas penyakit.

Banyak pengembang mendahulukan pohon kakao hibrida yang lebih kuat meski menghasilkan coklat kualitas lebih rendah ketimbang pohon Criollo. Jenis pohon itu telah didomestikkan sejak 3.000 tahun lalu. Tetapi, mengubah gen bisa menghasilkan ubahan coklat yang secara genetik baru dan berkualitas tinggi yang memiliki lebih baik dan bahkan lebih menyehatkan.

Tim itu juga menemukan gen yang terlibat dalam produksi butter kakao - susbtansi bernilai tinggi dalam membuat coklat, permen, farmasi dan kosmetik.


Read More..

Jumat, 09 Juli 2010

LIPI Bisa Buat Gudeg Tahan Tanpa Pengawet

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui unitnya di Yogyakarta berhasil menemukan teknologi yang membuat makanan khas, gudeg, tetap segar dan bisa bertahan hingga setahun berada dalam kemasan kaleng tanpa bahan pengawet.

Riset sejak 2005 menghasilkan proses pengalengan yang membuat gudeg tetap segar selama setahun. Meminimalisir kontak udara dalam tahap pengepakan masakan gudeg membuat makanan itu bisa bertahan lama tanpa bahan pengawet.

Kepala Seksi Program dan Kerja Sama Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT BPPTK) LIPI Yogyakarta, Hardi Julendra, di Gunungkidul Senin mengatakan, riset dilakukan untuk mengurangi peredaran makanan berbahan pengawet kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia.

UPT BPPTK LIPI Yogyakarta mencari terobosan dengan memproduksi bahan olahan untuk manusia dan hewan tanpa zat kimia, katanya.

"Akhirnya pada Januari 2010 kami mendapatkan Nomor BPOM MD: 555112001035 dan Label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah melakukan uji klinis sebagai prasyarat akhir sebelum dikomersialkan," kata Junendro kepada ANTARA.

Menurut dia gudeg kemasan dalam kaleng yang mampu bertahan selama setahun tersebut menjadi produksi unggulan UPT BPPTK LIPI, termasuk produk Makanan Lewat Pipa (MLP) yang berbahan baku tempe berbentuk tepung untuk menambah asupan gizi bagi balita.

Didampingi dua anggota tim riset bahan makanan UPT UPT BPPTK Asep Nur Hikmat dan Muhammad Anwar, Junendro mengatakan bahwa sekarang kapasitas produksi UPT BBPK LIPI Yogyakarta sudah 100 kaleng gudeg per hari dengan tenaga kerja enam orang .

"Sedangkan untuk pemasaran dan distribusi produk gudeg kaleng tersebut dilakukan oleh KOLIGA (Koperasi LIPI Gading) yang beralamatkan di Jl. Wonosari, Yogyakarta Km 4, Gading, Playen, Gunungkidul yang juga kantor UPT BPPK LIPI Yogyakarta," katanya.

Menurut dia terobosan lain dari UPT BPPTK LIPI Gunungkidul adalah memproduksi immune chick dan limo-fit. Immune chick berbahan baku cacing tanah sedangkan limo-fit berbahan baku protein udang.

"Kedua produk tersebut, immune chick sebagai antibiotik dan limo-fit sebagai perangsang dan penyegar pakan ternak khususnya ayam pedaging," katanya.


Read More..