Senin, 26 September 2011

ngapain ya...?

udah lama gak pernah buka blog ini. tiba-tiba teringat kalo pernah punya blog. terakhir ngepost bulan Februari 2011, itupun repost.

selama ini banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari hidup ini. mungkin kini saatnya kembali ke dunia maya... :)


Read More..

Ayo Menulis...

Menulis, bagi sebagian orang adalah hal yang sangat mudah. Bagi sebagian lainnya merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Hal yang biasanya dihadapi oleh orang yang memiliki kesulitan dalam menulis antara lain ketiadaan ide untuk dituangkan dalam tulisan. Sering kali orang ingin menulis, namun ketika sudah berhadapan dengan komputer maupun alat tulis, hal apa yang akan ditulis?

Sebenarnya banyak hal yang dapat kita tuangkan dalam tulisan. Dalam 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, seseorang pasti banyak melihat hal-hal maupun peristiwa yang dapat diungkapkan kembali melalui tulisan. Jika kita perhatikan, tulisan-tulisan yang tercetak pada surat kabar adalah pengungkapan kembali peristiwa yang disaksikan secara langsung oleh wartawan.

Ide dan pemikiran juga bisa muncul jika kita sering membaca. Bacaan apapun yang kita baca akan menambah wawasan yang kita miliki. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin mudah kita mengkritisi suatu hal, dan semakin banyak juga ide yang dapat kita tuangkan ke dalam tulisan.

Kendala kedua adalah ketidak beranian menuliskan ide, pemikiran, maupun pendapat pribadi. Saat kita menuliskan sesuatu dan orang lain membaca tulisan kita, tentu banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Celaan, pujian, sanggahan, maupun dukungan bisa saja terjadi. Masih teringat dalam pikiran kita sosok Prita Mulyasari, hanya gara-gara tulisan yang dipublikasikan bisa membuat dirinya masuk penjara.

Negara kita adalah negara demokrasi. Kebebasan berpendapat dan menyalurkan aspirasi baik secara lisan maupun melalui tulisan dijamin dalam UUD 1945. Tidak semua orang memiliki pendapat yang sama. Dalam hal inilah kita harus bertanggung jawab terhadap ide atau pemikiran yang keluar dari otak kita sendiri. Semakin banyak pemikiran yang dihasilkan suatu komunitas, komunitas tersebut akan semakin berkembang. Setiap perbedaan ide tersebut akan membawa orang yang berselisih pendapat menuju meja diskusi. Dari diskusi itulah akan muncul suatu ide bersama yang akan diterima oleh kalangan yang lebih luas dan lebih baik karena telah mengalami berbagai analisis.

Permasalahan yang ketiga adalah bahasa. Sering kali orang mengurungkan niat membuat tulisan karena menganggap bahwa dirinya tidak dapat menggunakan bahasa dengan benar. Mereka menganggap membuat tulisan itu harus memiliki kemampuan berbahasa yang sangat baik, karena akan dibaca oleh orang lain.

Pada dasarnya bahasa tidak menjadi kendala untuk menulis. Bahasa apapun bisa kita gunakan untuk membuat suatu tulisan. Baik itu bahasa daerah, Bahasa Indonesia, maupun bahasa pergaulan sehari-hari. Lewat menulis, kemampuan berbahasa kita akan terlatih dan semakin baik.

Apapun kekurangan kita, tidak menjadikan kendala untuk memberikan sesuatu bagi orang lain. Yang terpenting adalah tindakan nyata. Lakukan saat ini juga.



Read More..

Selasa, 15 Februari 2011

David Watson Taylor

Laksamana David Watson Taylor, USN (4 Maret 1864 - 28 Juli 1940) adalah seorang naval arsitek dan insinyur dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia menjabat selama Perang Dunia I sebagai Kepala Pembuat Kapal Perang Angkatan Laut AS, dan Kepala Biro Konstruksi dan Perbaikan. Taylor dikenal sebagai orang yang pertama membangun towing tank eksperimental yang pernah dibangun di Amerika Serikat.

Awal kehidupan dan karir
Taylor lahir di Louisa County, Va Ia masuk ke Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat pada 1881, setelah lulus dari Randolph-Macon College dimana ia menjadi anggota Phi Kappa Psi. Ia yang lulus dari Akademi pada tahun 1885 di penghujung kelasnya, mencatatkan rekor beasiswa. Ia dikirim ke Greenwich, Inggris pada 1885 dan menerima penghargaan tertinggi dari Royal Naval College pada tahun 1888, kembali menetapkan catatan.
Pada bulan Agustus 1886, Taylor menunjuk asisten konstruktor angkatan laut. Pada awal karir angkatan laut, ia bertugas di berbagai stasiun dan pada tahun 1909 bertindak sebagai kepala Angkatan Laut Biro Konstruksi dan Perbaikan. Dia adalah orang pertama Amerika dihormati dengan pemberian medali emas dari British Institute of Naval Arsitektur.


Pada tahun 1898 ia membangun towing tank pertama untuk model kapal perang yang dibangun di Amerika Serikat. Dalam pencapaian terbesar dalam karirnya ia menciptakan "Taylor Standart Series" dari 80 model dengan berbagai proporsi sistematis dan koefisien prismatik. Seri ini masih digunakan untuk estimasi awal tahanan kapal untuk dual propeller, untuk kapal kecepatan tinggi angkatan laut. Buku itu direvisi tahun 1933 dengan penambahan data pada 40 model baru. Data seri kembali dianalisis dengan menggunakan metode yang lebih baru mengevaluasi ketahanan gesekan, dan hasilnya dipublikasikan tahun 1954. Baik "Speed and Power" dan Analisis ulang itu diterbitkan oleh Society of Naval Architects and Marine Engineer pada tahun 1998.

Taylor Series memungkinkan variasi rasio kelangsingan, rasio menyusun balok, dan koefisien prismatik. Meskipun jauh dari satu-satunya parameter yang dapat bervariasi dalam desain lambung kapal perang, hal ini adalah mungkin untuk mendapatkan perkiraan awal dari tahanan kapal dari seri itu untuk dasar semua kapal perang, dan kapal dagang. Kontribusi utama Taylor adalah me-recognize tiga parameter sederhana untuk kinerja kapal. Perkiraan deret Taylor cukup akurat untuk merencanakan uji model dan mengembangkan ide dari seberapa banyak daya yang akan diperlukan untuk mencapai kecepatan desain, sebelum model pengujian bentuk lambung yang sebenarnya. Sekarang Taylor Series telah diprogram dalam bentuk elektronik dan digunakan dalam beberapa "model sintesis" kapal untuk melakukan studi kelayakan untuk kapal baru.

Setelah bencana RMS Titanic 1912, ia ditugaskan untuk menyelidiki masalah dan membuat kapal yang lebih layak laut melalui konstruksi lambung yang lebih baik. Pada tugas ini, beliau menjabat di bawah Menteri Perdagangan dan mengambil bagian terkemuka dalam Konferensi Internasional tentang Keselamatan di Laut, yang didirikian setelah peristiwa tenggelamnya Titanic.


Read More..