Satu kata untuk Dinas Perhubungan Kota Depok, perubahan. Ya, setelah beberapa minggu tidak melintasi Jalan Raya Margonda, kini jalan yang merupakan jantung Kota Depok ini telah mengalami sedikit perubahan. Masalah di beberapa titik yang dahulu nyaris terjadi dari pagi sampai malam kini sudah sedikit bisa diatasi.
Kober, salah satu kawasan yang menjadi tempat tinggal favorit mahasiswa UI dan para karyawan kini telah dipasang sebuah traffic light untuk penyeberang jalan. Jika sebelumnya para penyeberang jalan maupun pengendara kendaraan sama-sama tidak mau mengalah untuk sampai di tujuan, kini setidaknya mulai diatur dengan lebih baik, penyeberang dan pengendara harus patuh pada traffic light.
Jalan depan Terminal Depok yang sering kali menjadi “jalur lambat” untuk semua jenis kendaraan, kini sudah tidak berlaku lagi. Calon penumpang angkutan umum yang biasanya gemar menunggu di pintu keluar terminal kini “dipaksa” untuk masuk ke dalam terminal. Kemacetan lebih baik terjadi di dalam terminal daripada di jalan umum, karena memang itulah fungsi dibangunnya terminal angkutan penumpang.
Perubahan di Terminal Depok ini bukan sekedar perubahan fisik saja, tetapi diikuti juga dengan perubahan pola pikir para sopir angkutan umum, mulai dari angkot, kopaja, sampai bis antarkota. Jika dahulu mereka masih mau menunggu dengan sabar penumpang yang akan naik, kini tidak lagi. Kendaraan akan terus jalan. Jika penumpang ingin naik silahkan, tetapi kendaraan tidak akan berhenti sampai lampu merah. Mau tidak mau calon penumpang, terutama rombongan, terpaksa masuk ke dalam terminal untuk bisa terangkut secara utuh.
Margonda Raya
30122011
Jalan depan Terminal Depok yang sering kali menjadi “jalur lambat” untuk semua jenis kendaraan, kini sudah tidak berlaku lagi. Calon penumpang angkutan umum yang biasanya gemar menunggu di pintu keluar terminal kini “dipaksa” untuk masuk ke dalam terminal. Kemacetan lebih baik terjadi di dalam terminal daripada di jalan umum, karena memang itulah fungsi dibangunnya terminal angkutan penumpang.
Perubahan di Terminal Depok ini bukan sekedar perubahan fisik saja, tetapi diikuti juga dengan perubahan pola pikir para sopir angkutan umum, mulai dari angkot, kopaja, sampai bis antarkota. Jika dahulu mereka masih mau menunggu dengan sabar penumpang yang akan naik, kini tidak lagi. Kendaraan akan terus jalan. Jika penumpang ingin naik silahkan, tetapi kendaraan tidak akan berhenti sampai lampu merah. Mau tidak mau calon penumpang, terutama rombongan, terpaksa masuk ke dalam terminal untuk bisa terangkut secara utuh.
Margonda Raya
30122011

0 komentar:
Posting Komentar