Senin, 16 April 2012

OPTIMASI BENTUK LAMBUNG DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS UNTUK MENGURANGI HAMBATAN GESEK PADA KAPAL SELAM TEMPUR

LATAR BELAKANG

Secara umum, kapal dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu opened shelter deck vessel dan closed shelter deck vessel. Kapal selam adalah salah satu varian dari kapal jenis closed shelter deck vessel (CSDV), yaitu kapal yang seluruh geladak dan lambungnya tertutup secara kedap air sehingga tidak ada air yang dapat masuk ke dalam kompartemen kapal.

Sejak perang dunia pertama, kapal selam menjadi armada tempur favorit angkatan laut negara-negara barat karena dapat menyelam sampai kedalaman tertentu tanpa dapat dilihat secara langsung oleh lawan dari permukaan laut. Indonesia pernah memiliki armada kapal selam tempur kelas Whisky sebanyak 12 unit. Kapal selam ini sangat berperan pada operasi Mandala dalam rangka pembebaasan Irian Barat dari tangan Belanda. Kepemilikan Indonesia atas 12 kapal selam tempur tersebut membuat posisi Indonesia sangat diperhitungkan oleh negara-negara barat khususnya NATO, karena negara-negara tersebut tidak memiliki kapal selam yang dapat menandingi kemampuan kapal selam RI.

Kapal selam dirancang khusus untuk dapat menyelam sampai kedalaman tertentu. Dengan kemampuan ini, maka keenam sisi permukaan lambung kapal yang meliputi sisi depan, belakang, sisi kanan, sisi kiri, bawah dan atas bersentuhan langsung dengan air, yang dalam ilmu mekanika fluida biasa disebut bidang basah. Semakin besar luas bidang basah, semakin besar juga hambatan gesek kapal.

Kapal selam, terutama kapal selam tempur dituntut untuk memiliki kecepatan yang tinggi dan tidak mudah dideteksi oleh armada tempur lawan. Salah satu komponen yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kecepatan operasi sebuah kapal adalah hambatan gesek pada lambung, karena 70% s.d. 90% hambatan kapal disebabkan oleh hambatan gesek. Untuk mendapatkan performa terbaik pada kapal selam tempur, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mengurangi komponen hambatan gesek pada lambung kapal. Hambatan kapal selam ini berpengaruh terhadap kecepatan operasional kapal selam.

Identifikasi Masalah

1. Bagaimana pengaruh bentuk lambung terhadap hambatan kapal selam?

2. Bagaimanakah bentuk lambung terbaik untuk meminimalisir hambatan gesek?

Pembatasan Masalah

1. Penelitian hanya dilakukan dengan simulasi CFD.

2. Tidak dilakukan analisa stabilitas kapal

3. Dimensi awal yang digunakan adalah dimensi KRI Cakra dan KRI Nanggala milik TNI-AL

TUJUAN

1. Mengetahui pengaruh bentuk lambung kapal terhadap hambatan kapal

2. Mengoptimalkan bentuk lambung kapal selam guna mendapatkan hambatan gesek terkecil



0 komentar: